Jepang merupakan salah satu negara maju di Asia yang menjadi incaran banyak orang untuk melanjutkan studi ataupun untuk mencari pekerjaan.

 

Banyak dari masyarakat Indonesia yang ingin menjadi tenaga kerja negara sakura ini. Namun, seringkali yang menjadi pertanyaan adalah biaya hidup di Jepang untuk TKI atau tenaga kerja Indonesia.

 

Jika kamu ingin menjadi TKI di Jepang, penting mengetahui terlebih dahulu biaya hidup di sana agar lebih terencana.

 

Terlebih lagi, banyak orang yang berpendapat bahwa biaya hidup di Jepang memang terbilang mahal. Untuk itu, Studiva akan memberikan perkiraan biaya hidup di Jepang untuk TKI yang ingin menetap di sana.

 

Mengapa Biaya Hidup di Jepang Untuk TKI Mahal?

 

Jepang menempati posisi ketiga sebagai negara dengan biaya hidup yang paling mahal di Asia pada tahun 2020. Jepang juga merupakan negara Asia paling maju.

 

Sehingga memang tidak bisa dipungkiri apabila biaya hidup di Jepang cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan standar hidup Indonesia, maka biaya hidup di Jepang untuk TKI bisa menjadi sangat mahal.

 

Lalu, apakah yang menjadi alasan biaya hidup di Jepang untuk TKI ini mahal? Ada beberapa faktor yang menyebabkan biaya hidup di Jepang terbilang tinggi, diantaranya adalah seperti di bawah ini.

 

1. Biaya Makan

 

Faktor utama yang menyebabkan biaya hidup di Jepang untuk TKI mahal adalah biaya makan. Makan menjadi kebutuhan pokok bagi manusia yang harus dipenuhi. Biaya yang dikeluarkan untuk makan di Jepang sendiri tergolong cukup mahal.

 

2. Biaya Tempat Tinggal

 

Tentunya jika ingin tinggal di sana, biaya hidup di Jepang untuk TKI yang tidak boleh terlewat adalah biaya tempat tinggal. Mendapatkan rumah atau sewa tempat di Jepang akan sulit dilakukan karena harganya yang sangat mahal.

 

Baca Juga: Lowongan Kerja di Jepang Beserta Syarat dan Gajinya

 

3. Biaya Transport

 

Faktor lain yang menyebabkan biaya hidup di Jepang untuk TKI dibilang tinggi adalah faktor transportasi. Biaya transportasi sehari-hari menjadi hal penting untuk diperhatikan karena biaya yang ditawarkan juga tidak murah. Maka sangat diperlukan pandai dalam mengatur keuangan di sana.

 

4. Biaya Kesehatan

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI yang terbilang tinggi adalah biaya kesehatannya. Jepang sendiri merupakan negara yang maju di bidang kesehatan sehingga biaya yang dikeluarkan pada bidang ini memang tergolong mahal.

 

Rincian Biaya Hidup di Jepang Untuk TKI Dalam Rupiah

 

Rincian Biaya Hidup di Jepang Untuk TKI Dalam Rupiah

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI di bawah ini merupakan ringkasan dari berbagai sumber yang bisa menjadi patokan untuk Anda yang ingin kerja di Jepang. 

 

1. Biaya Kebutuhan Makan

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI pertama yang akan dibahas adalah biaya makan. Di Tokyo, Anda harus memegang uang sebesar 1.057 yen atau setara dengan 140 ribu rupiah untuk sekali makan.

 

Harga ini memang sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kehidupan kota Jakarta yang dengan 50 ribu rupiah, kamu udah bisa makan.

 

Ini dia rincian biaya makanan di Tokyo, Jepang:

 

  • Ayam tanpa tulang 500 gr: 429 yen atau setara dengan 57 ribu rupiah
  • Burger ukuran besar: 690 yen atau setara dengan 91 ribu rupiah
  • Menu makan siang dengan minum: 965 yen atau setara dengan 127 ribu rupiah
  • Telur 12 butir: 249 yen atau setara dengan 33 ribu rupiah
  • Kentang 1 kg: 405 yen atau setara dengan 53 ribu rupiah
  • Keju lokal: 988 yen atau setara dengan 130 ribu rupiah
  • Roti untuk 2 orang dalam sehari: 241 yen atau setara dengan 32 ribu rupiah
  • Tomat 1 kg: 693 yen atau setara dengan 90 ribu rupiah
  • Susu 1 liter: 205 yen atau setara dengan 27 ribu rupiah
  • Coca-cola 2 liter: 190 yen atau setara dengan 25 ribu rupiah

Jika diringkas, biaya hidup di Jepang untuk TKI pada bidang makanan dan minuman rinciannya adalah sebagai berikut:

 

  • Per bulan akan mengeluarkan sekitar 6.000 yen s/d 35.000 yen
  • Biaya makan minimum per tahun sekitar 72.000 yen s/d 420.000 yen
  • Biaya makan maksimum per tahun sekitar 200.000 yen s/d 500.000 yen 

Jika di kurs ke rupiah dengan jumlah 1 yen sama dengan 130,11 rupiah saat ini, maka biaya hidup di Jepang untuk TKI menyangkut makan adalah sebesar berikut ini:

 

  • Per bulan akan mengeluarkan sekitar Rp 781 ribu s/d Rp 4,5 juta
  • Biaya makan minimum per tahun sekitar Rp 9,5 juta s/d Rp 54,5 juta
  • Biaya makan maksimum per tahun sekitar Rp 25,8 juta s/d Rp 64,7 juta 

Untuk biaya makan sebenarnya cukup relatif dan bisa diatur dengan gaya hidup yang diinginkan. Jika ingin lebih irit, Anda bisa mencoba untuk masak sendiri di tempat tinggal atau apartemen.

 

2. Biaya Kebutuhan Tempat Tinggal

 

Sebagai TKI yang ingin kerja di Jepang, mungkin Anda akan sangat mengkhawatirkan di mana Anda akan tinggal. Tempat tinggal menjadi kebutuhan penting untuk istirahat.

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI pada sektor tempat tinggal ini terbilang sangat mahal. Faktor yang menentukan kemahalannya adalah lokasi, usia bangunan dan jarak lokasi ke transportasi umum.

 

Studiva merangkum kisaran harga untuk menyewa tempat tinggal di Tokyo untuk satu bulan:

 

  • Sewa tempat ukuran 85 meter persegi dengan lokasi strategis akan mengeluarkan sekitar 290 ribu yen setara dengan Rp 38 juta
  • Sewa tempat ukuran 85 meter persegi dengan lokasi normal akan mengeluarkan sekitar 166 ribu yen setara dengan Rp 22 juta
  • Biaya listrik, gas dan pemanas untuk tempat ukuran 85 meter persegi berkisar 23 ribu yen atau setara dengan Rp 3 juta
  • Sewa tempat ukuran 45 meter persegi dengan lokasi strategis akan mengeluarkan sekitar 145 ribu yen setara dengan Rp 19 juta
  • Sewa tempat ukuran 45 meter persegi dengan lokasi normal akan mengeluarkan sekitar 80 ribu yen setara dengan Rp 10,5 juta
  • Biaya listrik, gas dan pemanas untuk tempat ukuran 45 meter persegi berkisar 12 ribu yen atau setara dengan Rp 1,6 juta
  • Biaya internet 8 Mbps sekitar 4,3 ribu yen setara dengan Rp 568 ribu
  • Biaya untuk jasa bersih-bersih 2,5 ribu yen per jam atau setara dengan Rp 330 ribu per jam 

3. Biaya Kebutuhan Transportasi

 

Transport umum menjadi pilihan bagi masyarakat Jepang karena biaya yang lebih murah dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum dengan biaya parkir yang cukup mahal per jamnya.

 

Jika diringkas, biaya hidup di Jepang untuk TKI bagian transportasi maka akan mengeluarkan biaya sebanyak  berikut ini:

 

  • Biaya transport umum per bulan sekitar 10,3 ribu yen atau setara dengan Rp 1,4 juta
  • Bahan bakar kendaraan pribadi 1 liter sekitar 134 yen atau setara dengan Rp 18 ribu 

4. Biaya Kesehatan dan Perawatan Pribadi

 

Sebagai kehidupan pada umumnya, biaya kesehatan perlu disiapkan karena Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan terjatuh sakit.

 

Selain itu, perawatan pribadi seperti alat mandi juga diperlukan agar badan tetap terlihat bersih. Ada beberapa rincian obat umum dan alat-alat mandi yang pada umumnya dibutuhkan yang akan dibahas biayanya:

 

  • Obat demam untuk 6 hari: 1.150 yen atau setara dengan Rp 152 ribu
  • Obat Antibiotik 1 box: 1.230 yen atau setara dengan Rp 166 ribu
  • Biaya kunjungan dokter selama 15 menit: 5.176 yen atau setara dengan Rp 684 ribu
  • Biaya shampoo 400 ml: 617 yen atau setara dengan Rp 81 ribu
  • Biaya pasta gigi: 258 yen atau setara dengan Rp 34 ribu
  • Biaya deodorant roll-on 50 ml: 654 yen atau setara dengan Rp 86 ribu
  • Biaya tissue 4 roll: 197 yen atau setara dengan Rp 25 ribu
  • Biaya tampon untuk menstruasi 32 buah: 554 yen s/d 803 yen atau setara dengan Rp 73 – 105 ribu
  • Biaya potong rambut standar: 2.522 yen atau setara dengan Rp 332 ribu 

5. Biaya Entertainment

 

Biaya entertain ini meliputi biaya jika Anda bepergian bersama teman dan menikmati hiburan di Jepang. Biaya yang tidak terduga seperti biaya nonton bioskop, biaya ngopi di café hingga biaya rokok.

 

Biaya ini bisa masuk pada biaya hidup di Jepang untuk TKI karena pastinya selain bekerja, Anda ingin menikmati kehidupan Anda selama tinggal di Jepang. Berikut rinciannya:

 

  • Biaya tiket bioskop untuk 2 tiket: 3.584 yen atau sekitar Rp 431 ribu
  • Biaya tiket teater untuk 2 tiket: 16.766 yen atau sekitar Rp 2,2 juta
  • Makan malam di restoran Italia: 5.877 yen atau sekitar Rp 775 ribu
  • Harga cappuccino: 500 yen atau sekitar Rp 67 ribu
  • Telepon prabayar: 26 yen atau sekitar Rp 3.500
  • Harga rokok marlboro 1 bks: 491 yen atau sekitar Rp 64 ribu
  • Keanggotaan gym selama satu bulan: 8 ribu yen atau sekitar Rp 1,1 juta 

Rata-Rata Gaji di Jepang

 

Gaji TKI di Jepang

Dengan rincian rata-rata biaya hidup di Jepang untuk TKI yang sudah dijelaskan di atas, biayanya memang cukup tinggi.

 

Namun jangan salah. Karena biaya tersebut sebanding dengan penghasilan yang didapatkan. Jepang menerapkan sistem gaji dengan menghitung jam kerja.

 

Jadi dapat disimpulkan semakin banyak jam kerja Anda maka semakin besar pula gaji yang didapatkan. Sementara masyarakat Jepang biasa bekerja hingga 12 jam dalam sehari.

 

Jepang memiliki 8 region dengan pembagian masing-masing UMR. Berikut adalah besaran UMK setiap region di Jepang:

  1. Daerah Tokyo: 907 yen per jam merupakan upah tertinggi
  2. Daerah Kanto: 700 – 900 yen per jam
  3. Daerah Kansai: 750 – 850 yen per jam
  4. Daerah Chubu: 700 – 800 yen per jam
  5. Daerah Chugoku: 600 – 750 yen per jam
  6. Daerah Kyushu dan Okinawa: 600 – 750 yen per jam
  7. Daerah Tohoku: 600 – 700 yen per jam
  8. Daerah Shikoku: 600 – 700 yen per jam

Daftar TKI Jepang di Studiva.com

 

Ingin menjadi TKI di Jepang tapi bingung bagaimana caranya? Tenang, Studiva.com akan membantu Anda mempersiapkan pendaftaran sebagai TKI hingga pemberangkatan ke Jepang.

 

Dengan biaya yang lebih murah dari agen lainnya, Studiva menyediakan tutor yang terbaik dan berpengalaman untuk membantu Anda mempersiapkan rencana Anda untuk bekerja di Jepang.

 

Di Studiva juga menyediakan tempat kursus bahasa Jepang dengan tenaga pengajar yang handal. Konsultasikan lebih lanjut dengan Kami.

 

×